Rabu, 10 Februari 2016

Swipe Circle Green

Setelah sekian lama putus dari sang mantan, tepatnya setelah 6 tahun berlalu. Banyak hal yang berubah dari diriku. Dimulai dari kepribadian yang lebih kalem, lebih tertutup dan lebih menjaga jarak dengan lawan jenis. Semua perubahan ini dimulai dari awal SMA. Pertama kalinya aku memantapkan diri tidak berusaha mencoba sok kenal kepada orang lain. Hal ini sulit. Benar-benar sulit. Yah, wajar saja aku yang dulunya tukang ngobrol, gampang dekat dengan orang, dan sulit untuk diam waktu itu aku harus menahan hawa nafsuku untuk berbicara duluan pada orang lain. Hingga sampai saat ini aku menjadi seorang wanita yang bisa dibilang rada kalem dan woles.
Perubahan yang dialami olehku adalah suatu hal yang pastinya membuat orang disekitarku
dulu menjauh. Bak ombakyang dulunya selalu ada di tepi pantai yang sejuk kini ombak itu tidak adalagi tampaknya. Wajar saja, setiap perubahan pasti ada yang menerima dan ada juga yang tidak. Semua orang berhak menerima atau menolak perubahanku ini. Tantangan ini yang membuatku goyah setiapkalinya. Haruskah aku tetap seperti ini? Mempertahankan perubahanku ke hal yang bersifat positif atau haruskah aku tetap mempertahankan ciri aku dulu?
Salahkah aku berubah?
Sang mantan yang kini telah memiliki pasangannya. Apa aku salah putus denganmu? Toh kini kamu telah memiliki yang baru, dan bisa dibilang lebih cantik dari aku. Dia lebih segalanya. Lebih putih, lebih sipit, lebih kurus. Dari segi fisik saja aku sudah kalah. Dan sekarang kutanya lagi. Haruskah aku hingga kini masih disalahkan karena telah memutuskanmu?
---
Wangi aroma teh vanilla di pagi hari kota Bandung memang menyejukkan. Mata yang tadinya setengah sadar kini hidup, benar-benar hidup. Sambil duduk didepan rumahku yang masih sepi aktifitas manusianya. Kuhisap perlahan aroma teh vanilla. Hah.. tenangnya.
Handphoneku bergetar. Layar status memunculkan sebuah nama "Joni".  Seperti biasa, Joni selalu menelponku dipagi hari. Ini bahkan lebih pagi dari sebelumnya. Tangakun menyetuh layar, dengan ragu "Swipe circle green". Menyentuh layar untuk menjawab telpon.
"Ya, Hallo?" Sapaku.
"Udah sarapan?" Tanyanya.
"Belum, nanti aja aku bisa pergi sendiri ke toko sebelah kok. Jangan ke rumah ya"
"Oh, kalau gitu telat ngabarin lo. Ini gue di perjalanan ke rumah lo. Gue bikin yang special"
"Hem..."
"Mau gak?"
"Ya kalau enak sih aku mau"
"Yaelah, masih ngeraguin kemampuan gue? Anda salah besar"
"Haha, hati-hati dijalan ya"
"Yaps, 10 menit lagi gue sampai disitu. Eh bikinin mie instant dong!"
"Eh kamu belum makan?"
"Ya kan gue buatin buat lo"
"Terus ELO sendiri belum makan?"
"Tadi sih cuma nyicipin yang gue buat. Buruan gih sebelum gue nyampe"
"Yaelah"
"Yaelah, buru"
"Aku mager* nih"
"Hmmm, yaudah bye"
"Bye"
Orang yang satu ini paling bisa ngebuat orang lain ngelakuin apa yang dia suruh. Dasar si tukang suruh. Sampai kapan dia mau kaya gini? 
---
Yap sudah jadi! Mie instant ala Chef X haha. Mie instant indomie hanya ditambah telur, sayur sawi, sosis, bakso, dan sedikit merica. Lezatnya. Inginku makan sendiri. Tapi ini untuk si Joni.
Sambil menunggu Joni, kubuka laptop. Rasanya ingin buka facebook. Bernostalgia sejenak.
Aku buka pesan yang ada di facebook, dan munculah beberapa chat yang usang. Sekarang tahun 2016. Chat yang aku lihat 2010. Benar-benar sudah lama.
Beberapa chat itu teman sewaktuku SMP dan SD. Beberapa chat itu kecengan aku, dulu. Scroll down... Scroll down. Jari ini berhenti di chat mantan aku. Jerry.
Jerry adalah kakak kelasku dulu waktu SMP. Dia tinggi, lebih tinggi dari aku. Aku ini cewe tertinggi di kelas, dulu sekitar 155 cm. Dan tinggiku hanya sekitar sepundak dari Jerry. Memang bongsor, seperti anak SMA saja. Hidungnya mancung, seperti orang arab. Tapi tidak terlalu berlebihan mancungnya itu pas. Ya pas dimataku. Sayu tatapannya, teduh dihati. Tipis bibirnya, jika dia tersenyum, suka sekali kulihatnya. Bukan cowok populer, hanya dia keren, cool.
Seingatku, yang terjadi dulu adalah dia yang mendekatiku dulu. Melalui pesan singkatnya, yang isinya curahan dia tentang cewek dimasa lalunya, tentang tugasnya, tentang nilai dia yang hancur di sekolah, tentang bertemu kembali dengan teman-temannya yang asik, tentang mantannya yang menembak dia duluan, tentang Tiara, adiknya yang cantik bermata jelita si pencuri remote TV kalau dia sedang nonton bola, tentang keluh kesahnya, tentang...hampir segalanya dikehidupan dia.
Akan kubuka lagi kenangan lama itu melalu chat, pesan di facebookku ini.
---
bersambung...
*catatan:
*males gerak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar